Tebak Tokek Noordin M Top

Noordin, bukan, Noordin, bukan, Noordin, bukan…

tokekPria yang tewas diberondong tembakan Densus 88 di Desa Beji, Kec. Kedu, Temanggung, Jateng, Sabtu (8/8) dinihari, hingga kini, masih misteri.

Berdalih menunggu pemeriksaan DNA (deoksiribonukleat acid), polisi dituding bersembunyi di balik ketidakpastian itu. Dan masyarakat dibiarkan dalam tebak tokek: Noordin, bukan, Noordin, bukan, Noordin, bukan…

Berbagai kalangan juga mendesak agar pria yang ditembak di Temanggung itu segera dibeberkan ke publik baik nama maupun fotonya. Apakah benar Noordin M Top, atau orang lain.

Di RS Polri Kramatjati saat ini terbaring tiga jasad yang diduga teroris. Mereka tewas dalam penggerebekan ganda yang dilancarkan Tim Densus 88 Anti Teror pada 8 Agustus dinihari.

Dua jasad diduga terkait dengan ditemukannya bahan peledak 500 kilo di Perumahan Puri Nusapala, Jatiasih, Bekasi. Jenazah yang disebut polisi sebagai Air Setyawan dan Eko Joko Sarjono alias Eko Peyang itu tubuhnya relatif utuh. Keduanya ditembak di Kranggan, Cibubur, setelah berupaya melawan dengan melemparkan granat ke polisi yang akan menangkapnya.

Sedangkan satu jasad lain yang diterbangkan dari Temanggung, Jateng, diisukan sebagai jenazah buronan teroris nomor satu Noordin M Top. Pria itu tewas diberondong tembakan polisi dalam drama pengepungan lebih dari 17 jam di sebuah rumah di tengah sawah Desa Beji, Kec. Kedu, Temanggung, Jateng.

Sesaat setelah nama Air dan Eko disebut Kapolri Jenderal Bambang Hendarto Danuri sebagai tersangka teroris, keluarga dua pria itu langsung datang ke Jakarta. Namun, upaya mengenali kedua jasad yang disebut-sebut anggota keluarganya terhalang standar pemeriksaan kepolisian yang memerlukan serangkapan pencocokan hingga tes DNA.

BISA LEWAT SIDIK JARI

Ahli Forensik RSCM, Mun’iem Idris, mengatakan upaya mencari identitas jenazah bisa dilakukan dengan membandingkan data jati diri. Di antaranya pengenalan wajah, rumus sidik jari, rumus gigi dan susunan rumus DNA.

Di Indonesia, lanjutnya, biasanya pengenalan identitas diri dilakukan dengan pengenalan wajah lalu mencocokkan sidik jari. “Orang Indonesia belum umum memiliki rumus gigi, padahal bisa untuk pencocokkan dalam mencari jati diri seseorang,” katanya.

Mengenai tes DNA, lanjut Mun’iem, diperlukan untuk kepastian. Pemeriksaan deretan rumus yang spesifik setiap orang ini memerlukan biaya Rp 2,5 juta untuk setiap kali pencocokan. Pemeriksaan tersebeut bisa sampai seminggu bahkan dua minggu. Lamanya proses pemeriksaan itu, sambungnya,”umumnya karena sulitnya mencari data pembanding dengan jenazah yang akan dicocokkan.”

ULUR WAKTU HINDARI RASA MALU

Pengamat kepolisian, Neta S Pane menilai lambannya polisi mengungkap jatidiri ketiga jenazah merupakan indikasi adanya kejanggalan salah jasad itu bukan Noordin M Top. Katanya, pada tahap awal polisi bisa menentukan identitas itu dari rumus sidik jarinya. “Prosesnya lebih cepat,” ujarnya.

Selain itu, penyebaran foto wajah jenazah, seperti sketsa yang dibuat pada pelaku peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu, juga tidak dilakukan polisi. “Ini sikap mengulur-ulur waktu untuk menghindari rasa malu jika ternyata jasad itu bukanlah buronan yang dicari-cari,” lanjutnya lagi.

Dengan proses penyerbuan dramatis yang memakan waktu lebih dari semalaman, pengerahan jumlah personil yang berlebihan dan akhirnya sempat mengundang simpati warga bahkan presiden, polisi akan kehilangan muka jika ternyata jasad itu bukan Noordin M Top.

“Australia saja sudah memperoleh hasil dari sidik jari jasad tersebut dan telah mengumumkan bahwa si pemilik tubuh dalam rumah itu bukanlah Noordin M Top,” katanya lagi. “Polisi harus secepatnya menyebar gambar jenazah itu agar cepat diketahui identitas jenazah itu,” ujarnya.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna, mengatakan polisi tak bisa ditekan untuk bisa secepatnya mengungkap. “Menurut aturan internasional itu dua minggu. Jika ditekan cepat-cepat, nanti keliru,” ujarnya.

Menurutnya, polisi telah meminta sidik jari dan DNA dari keuarga Noordin M Top di Malaysia untuk Tim Densus 88 Anti-Teror. “Harus bersabar menunggu hasil tes DNA itu,” katanya.

HARUS KLARIFIKASI

Sementara itu, Ketua DPR Agung Laksono meminta polisi segera mengumumkan orang yang ditembak Tim Densus 88 Anti Teror. Selain itu, polisi juga harus mengklarifikasi dugaan teroris yang mengarah kepada kepala negara.

“Agar tidak memicu polemik dan spekulasi macam-macam semua harus dijelaskan lebih rinci. Siapa yang ditembak dan apa indikasinya sehingga disebutkan mengarah kepada Presiden SBY,” kata Agung usai menerima Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution.

Kalau benar ada indikasi ancaman teroris sudah mengarah kepada presiden, sambung Agung, itu tidak bisa main-main. Peningkatan pengamanan harus dilakukan agar ada jaminan keamanan dan tentu saja keselamatan. “Ini bukan hanya soal pribadi saja tetapi juga soal lembaga negara,” tegasnya lagi.

Agung juga berharap, polisi secepatnya mengumumkan hasil tes DNA orang yang ditembak tersebut. “Jangan biarkan masyarakat bertanya-tanya, karena bisa jadi polemik,” ujarnya. (untung/deny/yahya/adin/yp/j)

Yeah… kita tunggu sajah hasilnya bagaimanah…

Sumber : poskota. solo cyber city

Vidio:

Terkait:

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: