Tugas Memburu Teroris Belum Selesai

rumahDimulai dari serangkaian penangkapan di Jakarta Utara, polisi mengepung dua rumah di dua tempat berbeda. Yang satu di Temanggung, Jawa Tengah, satunya lagi di Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat.

Di Temanggung, polisi mampu melumpuhkan sejumlah orang yang diduga menjadi kaki tangan gembong teroris nomor satu, Noordin M Top. Bahkan, Noordin diduga telah tewas akibat baku tembak selama 18 jam di sebuah rumah di lereng bukit itu.

Dalam penggerebekan di Bekasi, polisi mendapati sejumlah bahan peledak dalam berbagai model siap ledak. Bersamaan dengan itu pula, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jakarta.

Kendati kepastian tewasnya Noordin masih harus menunggu tes DNA, kita patut mengapresiasi prestasi polisi dalam serentetan perburuannya menangkap dan menghajar teroris dalam lima hari terakhir ini. Perburuan tersebut, selain menunjukkan kita serius menggulung teroris, sekaligus juga membuktikan kita tidak takut dan menyerah melawan terorisme.

Berkali-kali dalam forum ini kita mengingatkan bahwa perang melawan terorisme adalah perang yang sangat panjang dan melelahkan. Karena itu, dibutuhkan stamina, kerja sama, dan kesabaran yang berlipat-lipat.

Andaikata hasil DNA menunjukkan yang tewas dalam penyerbuan di Temanggung bukan Noordin M Top, itu berarti polisi mesti melipatgandakan kewaspadaan, menajamkan pengendusan, dan kian merapatkan barisan. Publik juga harus terus proaktif membantu polisi dalam mengenali anatomi terorisme dan jaringannya.

Sebaliknya, kalaupun nanti hasil tes DNA memastikan bahwa yang tewas adalah Noordin, bukan berarti perburuan teroris dan penumpasan terorisme berakhir. Noordin pasti sudah beranak-pinak.

Bukankah kematian Dr Azahari yang disebut-sebut sebagai ahli bom terbukti belum menghentikan teror bom? Dua ledakan di Mega Kuningan dan ditemukannya bom siap ledak di Bekasi membuktikan hal itu.

Apalagi, Noordin sudah masuk ke Indonesia sejak akhir 2001. Itu berarti sudah sewindu warga negara Malaysia tersebut menjelajah berbagai tempat di Tanah Air. Hampir satu dasawarsa Noordin telah merekrut, membina, dan mengader puluhan–bahkan mungkin ratusan orang menjadi pelaku teror.

Lagi-lagi, bom bunuh diri di Hotel JW Marriott yang dilakukan remaja belia menunjukkan munculnya generasi baru teroris binaan Noordin.

Maka, kita harus membantu polisi dalam mengakumulasi dan memperbarui seluruh pengetahuan, pengalaman, dan kekuatan dalam menangani terorisme.

Itu semua agar polisi dan kita, kelak, tidak kecolongan lagi dengan aksi terorisme dan tidak lagi menghadapi terorisme seolah-olah sebagai peristiwa pertama.

Kita bangga dan mengucapkan selamat kepada polisi, tapi Tugas Memburu Teroris Belum Sepenuhnya Selesai.

Sumber : http://www.mediaindonesia.com

Tugas Memburu Teroris Belum Selesai – Dalam lima hari terakhir, kita menyaksikan pergulatan mengagumkan aparat kepolisian kita. Melalui pasukan Detasemen Khusus 88, polisi kita menunjukkan kegigihannya memberangus teroris, bukan hanya kepada masyarakat di dalam negeri, melainkan juga kepada masyarakat internasional bahwa negeri ini serius memberangus teroris, bukan sekadar dalam tataran retoris .

Dimulai dari serangkaian penangkapan di Jakarta Utara, polisi mengepung dua rumah di dua tempat berbeda. Yang satu di Temanggung, Jawa Tengah, satunya lagi di Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat.

Di Temanggung, polisi mampu melumpuhkan sejumlah orang yang diduga menjadi kaki tangan gembong teroris nomor satu, Noordin M Top. Bahkan, Noordin diduga telah tewas akibat baku tembak selama 18 jam di sebuah rumah di lereng bukit itu.

Dalam penggerebekan di Bekasi, polisi mendapati sejumlah bahan peledak dalam berbagai model siap ledak. Bersamaan dengan itu pula, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jakarta.

Kendati kepastian tewasnya Noordin masih harus menunggu tes DNA, kita patut mengapresiasi prestasi polisi dalam serentetan perburuannya menangkap dan menghajar teroris dalam lima hari terakhir ini. Perburuan tersebut, selain menunjukkan kita serius menggulung teroris, sekaligus juga membuktikan kita tidak takut dan menyerah melawan terorisme.

Berkali-kali dalam forum ini kita mengingatkan bahwa perang melawan terorisme adalah perang yang sangat panjang dan melelahkan. Karena itu, dibutuhkan stamina, kerja sama, dan kesabaran yang berlipat-lipat.

Andaikata hasil DNA menunjukkan yang tewas dalam penyerbuan di Temanggung bukan Noordin M Top, itu berarti polisi mesti melipatgandakan kewaspadaan, menajamkan pengendusan, dan kian merapatkan barisan. Publik juga harus terus proaktif membantu polisi dalam mengenali anatomi terorisme dan jaringannya.

Sebaliknya, kalaupun nanti hasil tes DNA memastikan bahwa yang tewas adalah Noordin, bukan berarti perburuan teroris dan penumpasan terorisme berakhir. Noordin pasti sudah beranak-pinak.

Bukankah kematian Dr Azahari yang disebut-sebut sebagai ahli bom terbukti belum menghentikan teror bom? Dua ledakan di Mega Kuningan dan ditemukannya bom siap ledak di Bekasi membuktikan hal itu.

Apalagi, Noordin sudah masuk ke Indonesia sejak akhir 2001. Itu berarti sudah sewindu warga negara Malaysia tersebut menjelajah berbagai tempat di Tanah Air. Hampir satu dasawarsa Noordin telah merekrut, membina, dan mengader puluhan–bahkan mungkin ratusan orang menjadi pelaku teror.

Lagi-lagi, bom bunuh diri di Hotel JW Marriott yang dilakukan remaja belia menunjukkan munculnya generasi baru teroris binaan Noordin.

Maka, kita harus membantu polisi dalam mengakumulasi dan memperbarui seluruh pengetahuan, pengalaman, dan kekuatan dalam menangani terorisme.

Itu semua agar polisi dan kita, kelak, tidak kecolongan lagi dengan aksi terorisme dan tidak lagi menghadapi terorisme seolah-olah sebagai peristiwa pertama.

Kita bangga dan mengucapkan selamat kepada polisi, tapi Tugas Memburu Teroris Belum Sepenuhnya Selesai.

Sumber : www.mediaindonesia.com . Solo cyber city

Vidio:

Terkait:

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: